Seberapa sering Anda membersihkan mobil di rumah? Ketahuilah, sesering apapun Anda mencuci mobil, permukaan mobil kesayangan Anda tetap saja beresiko menjadi sarang bakteri dan kumah berbahaya. Mengandalkan urusah kebersihan mobil pada jasa detailing mobil di rumah pun belum tentu menyelesaikan masalah yang satu ini.

Solusinya, Anda harus mengetahui bagian mana saja yang menjadi lokasi kuman dan bakteri bersembunyi pada mobil. Anda tentu sudah faham, betapa kuman, bakteri dan virus sudah menjadi momok menakutkan di era new normal ini. Lantas, bagian mana saja yang paling kotor pada mobil? Berikut ulasannya.

Layanan Detailing Mobil di Rumah Dari Mobiklin
Ilustrasi Pengerjaan Interior Detailing dari Mobiklin

Bagian Paling Kotor Pada Mobil

Jangan buru-buru memanggil jasa detailing mobil di rumah sebelum mengetahui bagian mana saja yang berpotensi membawa kotoran berbahaya pada mobil Anda, sebagai berikut:

Gagang Pintu Mobil

Detailing Mobil di Rumah harus dilakukan secara rutin.
Ilustrasi Membersihkan Gagang Pintu Mobil

Ya, benar sekali bagian yang satu ini menjadi salah satu bagian terkotor pada mobil. Gagang pintu menjadi salah satu bagian yang paling sering disentuh oleh banyak tangan. Jangankan tangan orang lain, tangan Anda sendiri pun berpotensi membawa bakteri dan mikroorganisme berbahaya.

Ketika menyentuh gagang mobil, ribuan mikroorganisme yang menempel pada tangan Anda bisa berpindah ke gagang mobil kesayangan Anda. Dan ketika gagang pintu yang Anda sentuh kembali disentuh oleh orang lain, mikroorganisme yang menempel di gagang pintu pun ikut berpindah ke tangan orang yang menyentuhnya.

Ini lah mengapa bagian gagang pintu harus mendapatkan perlakukan khusus saat Anda memesan jasa detailing mobil di rumah. Selain dicuci sampai bersih, bagian ini juga harus dipoles menggunakan cairan pembersih yang mampu membunuh bakteri, virus, kuman dan aneka parasit berbahaya.

Body Mobil

Layanan Detailing Mobil di Rumah Dari Mobiklin.
Detailing Pada Body Mobil Oleh Mobiteam

Tak bisa dipungkiri, semakin sering mobil digunakan, maka semakin beresiko terkena kotoran dari luar. Body mobil yang kotor merupakan tempat bakteri, virus dan mikroorganisme lain berpesta pora. Apalagi jika body mobil Anda tampak kusam akibat jamur dan noda mengerak, bisa dipastikan bahwa body mobil Anda dipenuhi kuman yang jika dibiarkan dapat merugikan kesehatan Anda dan keluarga.

Mencuci dengan air saja terkadang tidak cukup, Anda tetap harus melakukan upaya detailing mobil di rumah Agar seluruh bagian mobil terbebas dari kotoran yang membandel. Memberikan wax dan cairan poles yang bersifat melindungi lapisan cat sehabis mobil dicuci bersih.

Kaca Mobil

Mobiklin_Window_Gallery_2
Membersihkan Noda Membandel Pada Kaca Mobil

Jika Anda merasa visibilitas berkendara berkurang, kaca mobil mulai kusam dan tampak berkabut, bisa dipastikan kaca mobil Anda sudah mulai ditumbuhi jamur. Jamur bisa muncul pada segala permukaan yang lembab dan bersifat asam.

Salah satu penyebabnya adalah air hujan yang tidak langsung dikeringkan. Air hujan bersifat asam dan menjadi tempat favorit bagi jamur untuk tumbuh subur. Jamur yang menutupi kaca mobil juga membawa berbagai mikroorganisme lain seperti virus dan bakteri, yang jika dibiarkan lama, tak hanya merusak penampilan mobil, tapi juga merugikan kesehatan Anda.

Selain itu, kaca mobil juga sering terkena getah pohon, serangga bahkan kotoran hewan. Anda tentu setuju jika beberapa jenis kotoran yang disebutkan tadi merupakan sarang bakteri dan parasit berbahaya. Jika noda pada kaca semakin membandel, sudah saatnya Anda melakukan detailing mobil di rumah.

Ban dan Velg Mobil

Mobiklin_Tire_Rims_Gallery_3
Ban dan Velg Juga Harus Rutin Dibersihkan

Jangan anggap remeh kotoran yang menempel di bagian ini. Ban dan velg memang menjadi bagian yang paling sering terpapar material yang bersifat mengotori seperi lumpur, minyak, sisa aspal dan masih banyak lagi. Walaupun tidak tersentuh oleh tubuh Anda, ban dan velg mampu membawa berbagai biang penyakit berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tidak terkecuali rumah Anda.

Di era new normal seperti sekarang, setidaknya jangan pernah lewatkan bagian ini dari proses pembersihan. Mencuci ban dang velg memang tak sesulit bagian lainnya, namun untuk hasil yang lebih maksimal, Anda bisa mempercayakannya kepada jasa detailing mobil di rumah profesional.

Dashboard Mobil

Mobiklin_Interior_Gallery_4
Dashboard Menjadi Tempat Bersarangnya Kotoran Tersembunyi

Salah satu bagian penting pada interior mobil ini juga berpotensi menjadi sarang virus dan bakteri berbahaya. Dashboard menjadi areal personal yang kerap kali tidak terjamah secara menyeluruh ketika dibersihkan. Beberapa mobil bahkan memiliki bagian dashboard yang kompleks yang dapat menjadi tempat kotoran bersembunyi.

Mobil-mobil teranyar bahkan mengusung teknologi layar sentuh pada setiap panel yang ada di dashboard. Hal ini berarti, dashboard Anda menjadi lebih sering tersentuh tangan. Seperti yang diulas di pembahasan di atas, tangan Anda berpotensi membawa jutaan mikroorganisme yang bisa berpindah ketika menyentuh permukaan apapun.

Setir Mobil

Setir Mobil Menyimpan Begitu Banyak Bakteri dan Kuman Berbahaya

Siapa sangka, bagian ini bisa lebih kotor dari toilet umum. Setir mobil menjadi bagian yang selalu tersentuh tangan. Seperti yang kita ketahui, setiap harinya, tangan kita mungkin bersentuhan dengan berbagai macam benda. Dan tanpa disadari, benda yang kita sentuh menjadi sarang virus dan bakteri berbahaya.

Mengutip CarRentals, 32 persen dari 1.000 pengemedi di Amerika Serikat jarang membersihkan bagian interior mobil, termasuk setir mobil. Kondisi ini tentu tak jauh beda dengan yang terjadi di Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia tentu memiliki berbagai mikroorganisme yang lebih beragam dibanding negara empat musim.

Sebuah studi menyebutkan bahwa interior mobil termasuk setir mobil termasuk dalam satu di antara tempat paling kotor di Bumi. Studi dari Pusat Informasi Bioteknologi Nasional itu bahkan menyebut bahwa setir mobil memiliki tingkat kekotoran 629 CFU (satuan pembentuk koloni bakteri per sentimeter persegi).

Jumlah ini mengalahkan ponsel dengan 100 CFU, tisu toilet dengan 172 CFU dan tombol lift dengan 313 CFU. Setir mobil juga dikatakan empat kali lebih kotor dari dudukan toilet umum. Bakteri yang paling sering menempel di setir mobil yaitu Staphylococcus yang dapat menyebabkan infeksi kulit hingga keracunan makanan, dan bakteri Propionibacterium yang dapat memicu peradangan dan infeksi pada tubuh.